SEKILAS INFO
27-06-2026
  • 4 hari yang lalu / SMP Negeri 2 Sijuk membuka Sistem Penerimaan Murid Baru untuk T.P 2026/2027, Silahkan daftar di spmb.babelprov.go.id
  • 2 tahun yang lalu / SMPN 2 Sijuk membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk T.P 2024/2025.
12
Feb 2026
0
Guru Melek Digital, Pembelajaran Makin Menyenangkan: Kombel Ngopi Krimer Gelar IHT Integrasi Literasi Digital

Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi, guru tidak lagi cukup hanya berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi. Guru masa kini dituntut mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup, interaktif, serta dekat dengan dunia murid. Semangat inilah yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan In House Training (IHT) Integrasi Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Komunitas Belajar (Kombel) Ngopi Krimer.

Kegiatan IHT bertajuk “Integrasi Literasi Digital untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menciptakan Pembelajaran Mendalam yang Menyenangkan” ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Laboratorium IPA. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 15.30 WIB dan diikuti oleh seluruh guru serta staf tata usaha sebanyak 35 peserta.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata komunitas belajar dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut guru untuk tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai media digital sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Literasi digital menjadi keterampilan penting agar guru dapat memilih, menggunakan, dan mengembangkan teknologi secara tepat sesuai kebutuhan murid.

Melalui kegiatan ini, Kombel Ngopi Krimer berupaya meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi digital, membantu guru menciptakan pembelajaran mendalam atau deep learning yang menyenangkan, melatih guru membuat media pembelajaran interaktif, serta membangun budaya berbagi praktik baik antarguru dalam komunitas belajar.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar mengenai pentingnya transformasi pembelajaran di era digital. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan sejak awal. Suasana pelatihan berlangsung hangat, aktif, dan penuh semangat kolaborasi. Hal ini terlihat dari keterlibatan peserta dalam diskusi, tanya jawab, serta praktik langsung yang dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Pada sesi pertama, kegiatan diisi oleh Ibu Nuraini, S.Pd sebagai narasumber dengan materi “Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran”. Sesi ini berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya literasi digital bagi guru dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Materi yang disampaikan meliputi konsep literasi digital dalam pembelajaran, pemanfaatan platform pembelajaran digital, strategi menciptakan pembelajaran aktif dan menyenangkan, contoh penerapan teknologi di kelas, serta tips memilih media digital yang sesuai dengan karakteristik murid. Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu, tetapi dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna.

Sesi pertama juga diwarnai dengan diskusi interaktif. Para guru berbagi pengalaman mengenai kendala yang sering dihadapi dalam menerapkan teknologi di kelas, seperti keterbatasan perangkat, jaringan internet, hingga variasi kemampuan murid dalam menggunakan media digital. Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bersama untuk mencari solusi yang realistis dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Setelah sesi pertama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Setelah itu, peserta kembali mengikuti sesi kedua yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB dengan narasumber Rizky Sutiadi, S.Pd. Pada sesi ini, materi yang disampaikan adalah “Praktik Baik dan Pembuatan Media Pembelajaran Digital”.

Berbeda dengan sesi sebelumnya yang lebih menekankan pada penguatan konsep, sesi kedua lebih banyak diisi dengan praktik langsung. Peserta diajak untuk berbagi pengalaman pembelajaran digital yang pernah dilakukan, mendesain media pembelajaran interaktif, membuat media digital berbasis aplikasi, serta melakukan simulasi penggunaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran.

Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada guru untuk mencoba, menyusun, dan mengembangkan media pembelajaran digital sederhana yang dapat digunakan di kelas. Setiap guru didorong untuk menghasilkan minimal satu produk media pembelajaran digital. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga meningkatkan keterampilan dalam memilih dan menggunakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan belajar murid. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antaranggota Kombel Ngopi Krimer. Para guru saling berbagi ide, bertukar pengalaman, dan memberikan masukan terhadap media pembelajaran yang dibuat.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami konsep literasi digital dalam pembelajaran, mampu memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mulai terampil membuat media pembelajaran digital sederhana. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan motivasi guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi murid.

Pelaksanaan IHT Integrasi Literasi Digital ini menjadi bukti bahwa komunitas belajar memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kompetensi guru. Melalui wadah Kombel Ngopi Krimer, guru dapat terus belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan diri sesuai tuntutan perkembangan zaman.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar kompetensi guru semakin berkembang. Sekolah juga diharapkan terus memberikan dukungan berupa fasilitas, akses internet, serta pendampingan lanjutan agar pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dapat berjalan secara optimal.

Dengan semangat kolaborasi dan kemauan untuk terus belajar, guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di kelas. Literasi digital bukan hanya tentang menggunakan teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membantu murid belajar lebih aktif, berpikir lebih kritis, dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Dari Kombel Ngopi Krimer, semangat guru melek digital terus tumbuh untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi masa depan murid.

Penulis : Rizky Sutiadi, S.Pd.