SEKILAS INFO
22-06-2026
  • 2 tahun yang lalu / SMPN 2 Sijuk membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk T.P 2024/2025.
17
Jun 2026
0

BELITUNG, SMPN2SIJUK.SCH.ID – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup terus digaungkan oleh SMP Negeri 2 Sijuk. Sebagai bagian dari implementasi program Sekolah Adiwiyata, seluruh elemen sekolah yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, jajaran Guru, serta Kader Adiwiyata siswa terjun langsung melaksanakan kegiatan “Aksi Nyata Sekolah Adiwiyata: Penanaman Bibit Mangrove dan Aksi Bersih Pantai”. Kegiatan edukatif berbasis lingkungan ini dipusatkan di kawasan pesisir Pantai Burung Mandi, Kabupaten Belitung, pada hari Rabu, 17 Juni 2026.

Aksi lingkungan ini mengusung tema yang sarat akan makna, yaitu “Menjaga Pesisir, Merawat Kehidupan, Menguatkan Karakter Dimensi Profil Pelajar Pancasila. Hari Ini Menanam Mangrove, Esok Memanen Manfaatnya Demi Bumi Dan Masa Depan”. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian nyata generasi muda terhadap ekosistem pesisir sekaligus mencegah abrasi pantai secara jangka panjang.

Sinergi Guru dan Kader Adiwiyata di Lapangan

Sejak pagi hari, rombongan yang mengenakan rompi hijau khas Kader Adiwiyata SMPN 2 Sijuk berkumpul di area bibir pantai yang sedang surut. Dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah beserta jajaran Wakil Kepala Sekolah dan guru pendamping, para siswa diperkenalkan pada tata cara menanam mangrove yang benar.

Menggunakan cangkul dan peralatan pendukung, para guru secara bergantian memberikan contoh cara menggali lumpur pantai dan menempatkan bibit mangrove secara tepat agar akar tanaman dapat mencengkeram substrat dengan kuat dari hantaman ombak. Setelah itu, para Kader Adiwiyata dengan penuh semangat meniru langkah tersebut, menanam bibit demi bibit di sepanjang zona pasang-surut pantai.

Selain menanam mangrove, aksi nyata ini juga dibarengi dengan kegiatan coast clean-up atau aksi bersih-bersih sampah di sekitar pantai. Para siswa menyisir area pesisir dengan membawa kantong plastik besar untuk memungut sampah plastik, botol bekas, dan sampah anorganik lainnya yang dapat mengganggu pertumbuhan ekosistem mangrove baru.

Menguatkan Karakter Profil Pelajar Pancasila

Kepala SMPN 2 Sijuk menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan program kerja Adiwiyata, melainkan instrumen penting dalam pembentukan karakter siswa yang selaras dengan Kurikulum Merdeka.

“Kegiatan di Pantai Burung Mandi ini adalah laboratorium hidup bagi anak-anak. Di sini mereka belajar tentang dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME melalui sikap menyayangi alam, serta dimensi gotong royong saat mereka bahu-membahu menanam pohon dan membersihkan pantai. Apa yang kita tanam hari ini adalah investasi oksigen, pelindung abrasi, dan masa depan bumi yang akan dinikmati oleh anak cucu kita kelak,” jelasnya di sela-sela kegiatan.

Pihak sekolah juga menambahkan bahwa integrasi pendidikan lingkungan ke dalam aksi nyata di lapangan seperti ini terbukti jauh lebih efektif memberikan kesan mendalam bagi siswa dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam ruang kelas.

Penutupan dan Harapan Masa Depan

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama membentangkan spanduk komitmen di depan barisan bibit mangrove yang telah selesai ditanam. Melalui gerakan ini, SMPN 2 Sijuk berharap dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain serta masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kelestarian wilayah pesisir Belitung yang menjadi salah satu aset pariwisata dan ekologi daerah. Dengan terlaksananya aksi nyata ini, Kader Adiwiyata SMPN 2 Sijuk diharapkan pulang membawa tidak hanya baju yang basah oleh lumpur pantai, tetapi juga semangat baru untuk terus menjadi agen perubahan lingkungan (eco-agents) di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. (Rudi Irawan/Red)