

Ketika teknologi masuk ke ruang kelas, pembelajaran tidak lagi berjalan satu arah. Murid tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi ikut bergerak, berpikir, menjawab, mencoba, dan terlibat aktif dalam proses belajar. Semangat menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna inilah yang mendorong Komunitas Belajar atau Kombel “Ngopi Krimer” melaksanakan kegiatan berbagi praktik baik pemanfaatan PID (Papan Interaktif Digital) dan berbagai platform digital dalam pembelajaran.
Kegiatan Kombel “Ngopi Krimer” ini dilaksanakan pada 09 Maret 2026 bertempat di Laboratorium IPA. Sebanyak 30 guru mata pelajaran mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi guru lintas mata pelajaran untuk saling berbagi pengalaman nyata, strategi pembelajaran, serta inspirasi dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar mengajar di kelas.
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran saat ini menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga perlu menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman dan karakteristik peserta didik. Salah satu media yang mulai banyak dimanfaatkan di sekolah adalah PID, yaitu papan interaktif digital yang memungkinkan guru menyajikan materi secara visual, dinamis, dan lebih mudah dipahami oleh murid.
Melalui PID, guru dapat menampilkan materi, gambar, video, kuis, permainan edukatif, hingga berbagai aktivitas interaktif yang membuat pembelajaran lebih hidup. Namun demikian, pemanfaatan media digital tersebut tentu membutuhkan keterampilan dan kreativitas guru. Tidak semua guru langsung terbiasa menggunakan berbagai fitur dan platform pendukung pembelajaran. Oleh karena itu, Kombel “Ngopi Krimer” hadir sebagai wadah berbagi praktik baik agar guru dapat saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama mengembangkan kompetensi digital.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan PID, berbagi praktik baik penggunaan berbagai platform digital pendukung pembelajaran, mendorong pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada peserta didik, serta meningkatkan kreativitas guru dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun budaya kolaborasi antarguru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih berkualitas.
Dalam kegiatan ini, beberapa guru berbagi pengalaman nyata mereka dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi di kelas. Setiap pemateri menyampaikan praktik baik sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan pembelajaran masing-masing. Hal ini membuat kegiatan terasa dekat dengan kondisi nyata di sekolah, karena materi yang dibagikan bukan hanya teori, tetapi berasal dari praktik langsung yang telah dicoba dalam proses pembelajaran.
Praktik baik pertama disampaikan oleh Nurmana Sunita Febrina, S.Pd. Beliau membagikan pengalaman menggunakan PID yang dipadukan dengan platform Wordwall. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa penggunaan Wordwall dapat menghadirkan aktivitas pembelajaran yang lebih menarik melalui kuis, permainan edukatif, dan latihan interaktif. Peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi saat mengikuti pembelajaran karena mereka merasa belajar sambil bermain. Kegiatan seperti ini membuat murid lebih aktif, bersemangat, dan tidak mudah bosan ketika menerima materi pelajaran.
Selanjutnya, Melian Susana, S.Pd memaparkan praktik baik penggunaan Ruang Murid sebagai media pembelajaran. Platform ini dimanfaatkan untuk mendukung interaksi antara guru dan peserta didik, sekaligus membantu pengelolaan materi pembelajaran secara lebih terstruktur. Dengan adanya media digital seperti Ruang Murid, guru dapat menyampaikan bahan ajar dengan lebih rapi, sementara peserta didik dapat mengakses pembelajaran secara lebih mudah dan terarah. Praktik ini menunjukkan bahwa teknologi dapat membantu guru dalam mengelola pembelajaran agar lebih efektif.
Pemateri berikutnya, Rudi Irawan, S.Pd.I, memperkenalkan pemanfaatan Wayground yang dapat diakses melalui akun belajar. Platform ini menjadi salah satu alternatif pendukung pembelajaran digital yang efektif dan terintegrasi. Melalui pemanfaatan Wayground, guru dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih terhubung dengan kebutuhan peserta didik serta mendukung proses belajar yang fleksibel dan menarik. Pemaparan ini memberikan wawasan baru bagi peserta tentang pilihan platform digital yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Selain itu, Miftah Fadhilah, S.Pd turut berbagi praktik baik penggunaan Canva dalam membuat media pembelajaran yang menarik secara visual. Canva dapat membantu guru mendesain bahan ajar, poster pembelajaran, presentasi, infografis, dan berbagai media visual lainnya dengan tampilan yang lebih kreatif. Media pembelajaran yang menarik secara visual dapat meningkatkan perhatian dan minat belajar peserta didik. Melalui praktik ini, guru diajak untuk lebih kreatif dalam menyusun materi agar tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan mudah dipahami.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga terlibat dalam diskusi, tanya jawab, dan refleksi bersama. Guru dari berbagai mata pelajaran saling bertukar pengalaman mengenai tantangan dan peluang dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Suasana kegiatan terasa hidup karena setiap peserta memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman rekan sejawat.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa guru semakin memahami berbagai platform digital yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Guru juga memperoleh keterampilan baru dalam memanfaatkan PID secara lebih optimal. Selain itu, muncul berbagai ide kreatif dalam merancang pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik di kelas.
Dampak positif dari kegiatan ini diharapkan dapat terlihat dalam proses pembelajaran sehari-hari. Dengan meningkatnya kemampuan guru dalam menggunakan PID dan platform digital, pembelajaran di kelas dapat menjadi lebih menarik, partisipatif, dan menyenangkan. Peserta didik pun diharapkan menjadi lebih aktif, antusias, dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.
Kegiatan Kombel “Ngopi Krimer” pada 09 Maret 2026 ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi guru. Praktik baik yang dibagikan menunjukkan bahwa teknologi, apabila digunakan secara tepat, dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna. Dari ruang Laboratorium IPA, semangat guru untuk terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi semakin tumbuh.
Melalui kegiatan ini, Kombel “Ngopi Krimer” membuktikan bahwa perubahan dalam pembelajaran dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu saling berbagi dan saling menginspirasi. Ke depan, kegiatan berbagi praktik baik seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga budaya inovasi pembelajaran berbasis teknologi semakin kuat di lingkungan sekolah.
Penulis : Rizky Sutiadi, S.Pd.
