SEKILAS INFO
12-04-2024
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Datang Peserta Didik Baru di SMPN 2 Sijuk Tahun Pelajaran 2022/2023, 11 Juli 2022
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Atas Kelulusan dan Kenaikan kelas Siswa SMPN 2 SIJUK, 17 Juni 2022
  • 2 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website SMPN 2 Sijuk, 01 Oktober 2021
2
Jun 2022
0
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN MODUL 3.1.A.7

OLEH: APRIZAN WIJAYA, S.Pd.

CGP Kabupaten Belitung

 

Tugas seorang guru bukan hanya sebagai pengajar namun juga dapat sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah. Sering kali guru dihadapkan pada masalah baik masalah siswa, teman sejawat ataupun masalah lingkungan sekolah yang menuntut guru untuk mengambil keputusan yang benar. Dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus memahami dan menguasai empat paradigma dilema etika, tiga prinsip dilematik dan Sembilan langkah pengujian keputusan pada konteks di sekolah.

Perbedaan dilema etika dan bujukan moral

Sebelum pengambilan keputusan guru harus mengetahui kasus yang akan di selesaikan, apakah termasuk dilema etika atau bujukan moral. Perbedaan dilema etika dan bujukan moral yaitu:

· Bujukan moral (benar vs salah) adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi benar atau salah dalam mengambil sebuah keputusan.

· Dilema etika (benar vs benar) adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi keduanya benar namun bertentangan dalam mengambil sebuah keputusan.

Empat paradigma dilema etika

Paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika terdiri dari:

· Individu lawan masyarakat (Individual vs community)

· Rasa keadilan lawan rasa kasihan (Justice vs mercy)

· Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

· Jangka pendek lawan jangka panjang (Short term vs long term)

Tiga prinsip dilema etika

Untuk mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran harus memperhatikan 3 prinsip dilema etika yaitu:

· Berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking)

· Berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking)

· Berpikir berbasis peduli (Care-Based Thinking)

Sembilan langkah pengambilan keputusan

Sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan agar keputusan yang diambil adalah keputusan yang tepat dan adil bagi semua pihak. Langkah-langkah tersebut adalah Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, Pengujian benar atau salah, Pengujian Paradigma Benar lawan Benar, Melakukan Prinsip Resolusi, Investigasi Opsi Trilema, Buat Keputusan dan Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Setelah memahami materi modul 3.1 diatas, saya akan menyampaikan jurnal monolog pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran sesuai dengan pertanyaan panduan berikut:

· Bagaimana saya nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal saya?

Pada pembelajaran modul 3.1 program guru penggerak, saya diminta untuk memahami dan menguasai cara pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Agar dapat berbagi praktik baik di lingkungan kerja atau sekolah. Selanjutnya saya akan melakukan sosialisasi pada warga sekolah melalui rapat bulanan, komunitas praktisi dan sharing di ruang guru

· Apa langkah-langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?

Dalam menyelesaikan kasus, langkah pertama yang saya lakukan adalah melihat dan mengidentifikasi kasus tersebut kemudian menentukan apakah termasuk kasus dilema etika atau kasus bujukan moral. Jika termasuk kategori dilema etika maka pengambilan keputusan harus memperhatikan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah dalam pengambilan keputusan.

· Mulai kapan saya akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana saya, sehingga saya tidak lupa.

Saya akan menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran mulai sekarang dan seterusnya dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat.

· Siapa yang akan menjadi pendamping saya, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi saya untuk menentukan apakah langkah-langkah yang saya ambil telah tepat dan efektif.

Dalam menerpakan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, saya akan di damping oleh kepala sekolah, rekan sejawat dan anggota komunitas praktisi di lingkungan sekoilah. Untuk mengukur aktivitas pengambilan keputusan, saya akan melakukan refleksi setelah melakukan pengambilan keputusan sehingga saya dapat mengambil keputusan pelajaran dari keputusan yang saya ambil seperti adakah pihak yang dirugikan atau pihak yang di untungkan dan harapannya keputusan yang saya ambil adalah keputusan solusi terbaik untuk kemajuan dan kebaikan bersama.

Jadi untuk menjadi guru yang professional, guru tidak hanya harus menguasai kemampuan professional tetapi kemampuan pedagogic juga diperlukan seperti cara pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yaitu bagaimana mentransferkan pengetahuan dari program guru penggerak pada lingkungan sekolah, menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan, perubahan harus dimulai untuk mengetahui perubahan yang dinginkan, untuk mencapai prubahan tersebut perlu didampingi oleh kepala sekolah dan rekan sejawat agar dapat memberikan refleksi untuk perbaikan atas keputusan yang diambil.