SEKILAS INFO
23-06-2026
  • 19 jam yang lalu / SMP Negeri 2 Sijuk membuka Sistem Penerimaan Murid Baru untuk T.P 2026/2027, Silahkan daftar di spmb.babelprov.go.id
  • 2 tahun yang lalu / SMPN 2 Sijuk membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk T.P 2024/2025.
18
Jun 2026
0

BELITUNG, SMPN2SIJUK.SCH.ID – Dalam upaya nyata mewujudkan lingkungan satuan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang optimal para peserta didik, SMP Negeri 2 Sijuk menggelar kegiatan Sosialisasi G7KAIH, BSAN, dan Penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pada hari Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di ruang pertemuan sekolah dengan diikuti oleh seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan.

Acara yang dimulai sejak pagi hari tersebut dihadiri oleh jajaran guru mata pelajaran, staf tata usaha, serta pengelola UKS SMPN 2 Sijuk. Agenda ini menduduki posisi strategis karena menjadi arah kebijakan sekolah dalam menyelaraskan program kesehatan nasional dengan program akademik internal sekolah.

Komitmen Kesehatan yang Terintegrasi dalam Kurikulum

Bertindak sebagai pemateri tunggal, Kepala SMPN 2 Sijuk, Yuliana Rita Ana Trihastuti, S.P., M.Pd., memaparkan secara komprehensif mengenai pentingnya sinergi antara aspek kesehatan dan proses pendidikan. Dalam arahan dan presentasinya, beliau menegaskan sebuah poin krusial bahwa seluruh program kesehatan ini tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial atau kegiatan ekstrakurikuler yang berdiri sendiri.

“Semua kegiatan dan poin-poin kesehatan yang kita sosialisasikan hari ini harus terintegrasi secara utuh dan melekat di dalam kurikulum pembelajaran sekolah. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran di kelas, hingga sistem evaluasi, unsur-unsur ini harus tampak,” tegas Yuliana di hadapan para peserta sosialisasi.

Menurutnya, intervensi kesehatan yang masuk ke dalam struktur kurikulum akan jauh lebih efektif dalam membentuk karakter dan kebiasaan (habits) jangka panjang pada diri siswa, dibandingkan dengan kegiatan yang sifatnya musiman.

Tiga Pilar Utama yang Menjadi Fokus Pembelajaran

Dalam paparannya, ada tiga poin program utama dari pemerintah yang dibahas secara mendalam untuk segera diimplementasikan oleh para guru ke dalam perangkat pembelajaran:

  • G7KAIH (Gerakan 7 Komitmen Anak Indonesia Sehat): Program ini diarahkan untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konkret. Nilai-nilai didalamnya akan disisipkan melalui penguatan karakter pada berbagai mata pelajaran yang relevan, baik eksakta maupun humaniora.
  • BSAN (Bulan Imunisasi Anak Sekolah): Pihak sekolah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan program imunisasi nasional. Implementasinya di dalam kurikulum diwujudkan melalui pemberian edukasi berbasis sains mengenai pentingnya sistem imun, pencegahan penyakit menular, dan penolakan terhadap disinformasi kesehatan.
  • Penguatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah): Optimalisasi peran dan fungsi UKS ditingkatkan agar tidak sekadar menjadi ruang pertolongan pertama bagi siswa yang sakit. UKS diposisikan sebagai pusat edukasi, tempat praktik lapangan dari kurikulum berbasis kesehatan, serta penggerak utama dalam mendeteksi dini kesehatan fisik maupun mental siswa.

Selaras dengan Pola Asuh dan Kesehatan Mental

Sosialisasi ini juga berjalan beriringan dengan visi sekolah yang tertuang dalam program Workshop Parenting mengenai pemahaman kesehatan mental anak serta penerapan pola asuh positif (positive parenting). Melalui integrasi kurikulum ini, guru diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan emosional siswa, sehingga dapat menciptakan iklim kelas yang aman secara psikologis.

Sinergi antara sekolah dan orang tua juga ditekankan agar stimulasi hidup sehat dan motivasi belajar yang diberikan di sekolah dapat diteruskan secara konsisten saat anak berada di lingkungan rumah.

“Kita memegang prinsip bahwa sekolah mendidik ilmu, rumah menanamkan akhlak. Melalui penguatan program UKS, G7KAIH, dan BSAN yang masuk ke dalam kurikulum, kita memastikan edukasi kesehatan menjadi bagian dari pembiasaan sehari-hari siswa. Target kita adalah melahirkan generasi dari SMPN 2 Sijuk yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara fisik, stabil secara mental, dan memiliki keluhuran akhlak,” tambah Yuliana Rita Ana Trihastuti mengakhiri arahannya.

Langkah Tindak Lanjut Kegiatan yang berlangsung interaktif dan diwarnai dengan sesi diskusi ini ditutup dengan penyusunan rencana aksi. Seluruh tenaga pendidik di SMPN 2 Sijuk berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil sosialisasi ini dengan merumuskan langkah strategis, memasukkan unsur-unsur program kesehatan tersebut ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Modul Ajar untuk tahun ajaran yang sedang berjalan. (Rudi Irawan/Red)